Jawaban Singkat
Search Ads dan Discovery Ads bekerja di dua tempat berbeda dalam perjalanan pembeli — keduanya bukan pesaing. Search Ads menyasar orang yang sudah aktif mencari (intent tinggi, conversion rate lebih tinggi), Discovery Ads menyasar orang yang sedang browsing tanpa tujuan spesifik (reach lebih luas, awareness lebih kuat). Untuk brand baru atau produk niche: prioritaskan Search dulu untuk menangkap demand yang sudah ada. Untuk brand established: gabungkan keduanya dengan split sekitar 60–70% Search dan 30–40% Discovery. Untuk brand yang launching kategori baru: Discovery lebih agresif untuk membangun awareness dan menciptakan demand baru.
Kalau sedang menjalankan Shopee Ads, kemungkinan besar sudah pernah bingung: mana yang lebih penting, Search Ads atau Discovery Ads? Dan kalau budget terbatas, mana yang harus diprioritaskan? Pertanyaan ini lebih sering salah dijawab daripada yang terlihat — dan pilihannya bisa sangat mempengaruhi hasil kampanye.
Kuncinya adalah memahami bahwa Search dan Discovery bukan pesaing — mereka bekerja di dua titik berbeda dalam perjalanan pembeli. Cara mengoptimalkan keduanya pun berbeda. BAIK Digital menggunakan pendekatan ini untuk brand retail aktif yang menjalankan Shopee Ads, karena salah alokasi budget antara dua channel ini adalah salah satu kebocoran yang paling sering kami temukan saat audit.
Memahami Perbedaan Fundamental Search dan Discovery Ads
Search Ads muncul ketika seseorang secara aktif mengetikkan kata kunci di search bar. Artinya mereka sudah tahu apa yang dicari — atau setidaknya punya ide umum. Intent-nya tinggi. Mereka dalam mode “saya mau beli sesuatu.” Conversion rate dari Search Ads biasanya lebih tinggi karena menjangkau pembeli yang sudah punya niat. Discovery Ads muncul di feed, halaman rekomendasi, dan berbagai placement di luar search — saat seseorang sedang browsing tanpa tujuan spesifik. Intent-nya lebih rendah, tapi reach-nya jauh lebih luas. Discovery adalah tentang memperkenalkan produk ke orang yang belum tahu produk tersebut ada, atau belum terpikir untuk mencarinya.
Prioritas yang Tepat Berdasarkan Stage Brand
Tidak ada formula yang berlaku untuk semua brand. Untuk brand baru atau produk dengan search volume rendah: prioritaskan Search lebih dulu. Discovery memang bisa membangun awareness tapi akan mahal tanpa basis yang sudah ada. Lebih efisien memulai dengan Search untuk menangkap demand yang sudah ada, setelah ada data dan penjualan baru ekspansi ke Discovery. Untuk brand established dengan produk yang sudah dikenal: gabungkan Search dan Discovery secara sinergis — Search menjaga efisiensi dengan menangkap pembeli intent tinggi, sementara Discovery memperluas jangkauan ke audience baru yang belum tahu brand. Untuk brand yang ingin grow cepat di kategori baru: Discovery lebih agresif untuk membangun awareness dan menciptakan demand baru di mana search volume untuk produk yang spesifik masih kecil. Risikonya lebih tinggi dari sisi ROI, tapi ini investasi awareness yang diperlukan.
Cara Optimalkan Search Ads di Shopee
Di Search Ads, keyword adalah fondasi segalanya. Long-tail keyword seperti “kaos polo pria slim fit putih” lebih spesifik, lebih murah per klik, dan conversion rate-nya lebih tinggi karena intent-nya sangat spesifik — ini titik awal yang bagus untuk brand dengan budget terbatas. Head keyword seperti “kaos polo pria” punya volume besar tapi lebih kompetitif dan mahal — gunakan ini ketika budget sudah lebih besar dan ingin menangkap volume yang lebih luas. Monitor Search Term Report secara rutin: Shopee Ads menampilkan keyword mana yang benar-benar menghasilkan klik dan konversi. Matikan keyword yang memakan budget tapi tidak konversi, dan tingkatkan bid pada keyword yang perform. Sesuaikan bid berdasarkan waktu dan performa — conversion rate di pagi hari belum tentu sama dengan malam hari, alokasikan budget lebih di waktu-waktu konversi tertinggi.
Cara Optimalkan Discovery Ads di Shopee
Di Discovery, visual adalah senjata utama — bahkan lebih penting dari copy. Thumbnail harus stand out di feed yang ramai karena orang yang browsing Discovery tidak sedang mencari sesuatu secara spesifik — mereka hanya scroll. Thumbnail yang menarik perhatian dalam sepersekian detik menentukan apakah mereka akan klik atau terus scroll. Invest waktu dan energi yang cukup pada kualitas thumbnail ini. Copy yang digunakan harus clear dan benefit-driven — berbeda dari Search di mana keyword relevansi yang penting, di Discovery pesan harus langsung menjawab “kenapa ini menarik untuk saya” dalam kalimat pertama. Test berbagai creative secara aktif: Discovery Ads sangat bergantung pada creative performance dan satu creative bisa perform sangat berbeda dari yang lain meski targeting-nya sama. Jalankan minimal 3–5 creative secara bersamaan dan matikan yang underperform setelah data cukup.
Split Budget yang Direkomendasikan
Untuk brand established yang menjalankan keduanya, split umum sebagai starting point adalah 60–70% untuk Search Ads karena conversion rate-nya lebih tinggi dan ROI-nya lebih predictable, dan 30–40% untuk Discovery Ads untuk menjaga pipeline awareness yang terus mengisi warm audience. Ini bukan aturan kaku — brand dengan margin tinggi dan produk yang visual-heavy mungkin bisa lebih agresif di Discovery. Yang penting adalah punya framework yang deliberate, bukan asal bagi rata. Alokasi yang tepat juga perlu direview setidaknya setiap bulan seiring data baru masuk.
Relevan untuk Siapa?
Relevan kalau: brand sudah aktif berjualan dan sudah menjalankan Shopee Ads dengan omzet di atas Rp100 juta per bulan dari channel ini, ingin mengoptimalkan alokasi budget yang sudah ada, atau merasa Search Ads dan Discovery Ads tidak bekerja secara sinergis — salah satu jauh underperform tapi masih menerima budget yang besar tanpa evaluasi yang sistematis.
Belum relevan kalau: brand yang baru pertama kali membuka toko dan belum pernah menjalankan Shopee Ads sama sekali. Pada tahap ini, prioritaskan dulu memahami dasar platform, melengkapi profil toko, dan mengoptimalkan listing produk sebelum masuk ke layer strategi alokasi budget antar channel.
Shopee Ads Anda Belum Optimal?
BAIK Digital adalah performance ads strategic partner berbasis Jakarta yang membantu brand retail Indonesia mengoptimalkan ekosistem iklan mereka di semua channel — termasuk Shopee Search dan Discovery Ads. Dengan pengalaman menangani 16+ brand retail aktif, kami tahu persis di mana kebanyakan budget Shopee Ads bocor dan bagaimana mengalokasikannya lebih efisien.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah Search Ads di Shopee sama cara kerjanya dengan Google Search Ads?
Prinsipnya mirip — keduanya berbasis keyword dan muncul saat user aktif mencari. Tapi Shopee Search Ads lebih sederhana dari sisi setup dan bidding, dan audience-nya adalah shoppers yang sudah dalam mode belanja. Tidak perlu background mendalam dalam Google Ads untuk mulai menguasai Shopee Search Ads. Perbedaan utama: di Shopee, faktor seperti rating toko, jumlah penjualan, dan kecepatan respons juga mempengaruhi ad rank, bukan hanya bid.
Berapa budget minimal yang dibutuhkan untuk Shopee Ads agar hasilnya meaningful?
Untuk brand retail yang ingin data yang meaningful, minimal Rp5 juta per bulan untuk Search Ads sudah bisa memberikan insight yang cukup untuk mengambil keputusan optimasi. Di bawah itu, data yang terkumpul mungkin belum cukup untuk membedakan mana yang bekerja dan mana yang tidak. Discovery Ads bisa dijalankan paralel dengan budget yang sama atau lebih kecil untuk eksperimen awal sebelum scale.
Bagaimana cara tahu keyword mana yang paling worth untuk di-bid tinggi?
Lihat Search Term Report di dashboard Shopee Ads — bukan hanya dari CTR, tapi dari conversion rate dan revenue yang dihasilkan per keyword. Keyword dengan CTR tinggi tapi conversion rate rendah tidak sepadan untuk di-bid tinggi. Prioritaskan keyword yang menghasilkan konversi nyata bukan sekadar traffic. Review laporan ini minimal dua minggu sekali dan matikan keyword yang sudah habiskan budget signifikan tapi tanpa konversi.
Apakah thumbnail yang sama bisa dipakai untuk Search dan Discovery?
Bisa, tapi tidak optimal. Thumbnail untuk Search sebaiknya clean dan informatif karena user sudah tahu apa yang dicari dan butuh konfirmasi visual bahwa produk yang ditampilkan relevan dengan pencarian mereka. Thumbnail untuk Discovery harus lebih eye-catching dan menarik perhatian di feed yang crowded karena perlu menghentikan scroll orang yang tidak sedang mencari apapun secara spesifik — dua tujuan yang berbeda butuh pendekatan visual yang berbeda.
Kapan saat yang tepat untuk mulai mengaktifkan Discovery Ads jika sebelumnya hanya pakai Search?
Tiga sinyal utama bahwa sudah saatnya menambahkan Discovery: (1) Search Ads sudah stabil dan profitable secara konsisten selama minimal 2–3 bulan, (2) pertumbuhan dari Search mulai plateau karena search volume untuk keyword utama sudah hampir sepenuhnya tercapai, (3) ada budget tambahan yang bisa dialokasikan tanpa mengganggu efisiensi Search Ads. Jangan tambahkan Discovery dengan cara memotong budget Search yang sudah berjalan baik.
Apakah perlu audience terpisah untuk Search dan Discovery di Shopee?
Di Shopee Ads, Discovery menggunakan sistem targeting berbasis interest dan demografi yang bisa dikustomisasi, sementara Search menggunakan keyword targeting. Keduanya memang secara teknis berjalan dengan mekanisme targeting yang berbeda. Untuk Discovery, coba mulai dengan broad targeting dulu untuk mengumpulkan data performance, lalu narrowing berdasarkan audience yang menghasilkan konversi terbaik. Jangan terlalu narrowing di awal karena bisa membatasi learning yang dibutuhkan algoritma.