Gross Profit per Order (GPO): Metrik yang Lebih Penting dari ROAS
Jawaban Singkat Gross Profit per Order (GPO) adalah gross profit yang dihasilkan dari satu transaksi — selling price dikurangi harga
BLOG & INSIGHT
Kumpulan artikel, insight, dan studi kasus seputar paid ads, scaling brand, dan sistem growth. Real by data, tanpa fluff.
Jawaban Singkat Gross Profit per Order (GPO) adalah gross profit yang dihasilkan dari satu transaksi — selling price dikurangi harga
Jawaban Singkat Gross margin adalah pendapatan dikurangi harga pokok penjualan (HPP) — biaya langsung untuk memproduksi atau membeli produk yang
Google Analytics 4 (GA4) adalah pengganti Universal Analytics yang sudah dihentikan oleh Google. Setup GA4 yang benar untuk e-commerce memungkinkan kamu melacak seluruh customer journey — dari kunjungan pertama sampai pembelian, termasuk funnel drop-off, produk terlaris, dan sumber traffic mana yang paling profitable.
Cohort analysis adalah cara menganalisis perilaku kelompok customer yang dibagi berdasarkan kapan mereka pertama kali membeli — bukan sebagai satu massa homogen. Dengan cohort analysis, kamu bisa menjawab pertanyaan seperti: “Apakah customer yang acquired bulan Januari lebih loyal dari yang acquired bulan April?” atau “Apakah perubahan produk kami di Q2 meningkatkan repeat purchase rate?”
AOV (Average Order Value) adalah total revenue dibagi jumlah order dalam periode tertentu. AOV yang lebih tinggi berarti kamu mendapat lebih banyak revenue per transaksi tanpa harus menambah jumlah customer — ini salah satu lever paling efisien untuk meningkatkan profitabilitas tanpa menaikkan budget iklan.
CPL (Cost per Lead) dan CPA (Cost per Acquisition) mengukur hal yang berbeda dalam funnel — dan brand yang hanya fokus pada salah satu sering membuat keputusan yang salah. CPL yang rendah tidak berguna kalau lead-nya tidak pernah convert. CPA yang tinggi mungkin masih acceptable kalau LTV customer-nya juga tinggi.
NPS mengukur seberapa besar kemungkinan customer merekomendasikan brand kamu ke orang lain — dan ini adalah salah satu prediktor pertumbuhan organik yang paling kuat. Brand dengan NPS tinggi tumbuh lebih cepat dengan biaya akuisisi lebih rendah karena word-of-mouth bekerja untuk mereka.
Customer Retention Rate (CRR) mengukur seberapa banyak customer yang tetap membeli dari kamu dalam periode tertentu. Brand yang CRR-nya tinggi butuh lebih sedikit biaya akuisisi untuk tumbuh — karena sebagian besar revenue datang dari customer yang sudah ada.
Menaikkan AOV adalah cara termudah untuk meningkatkan revenue tanpa tambah budget iklan atau cari customer baru. Order bump dan upsell adalah dua mekanisme yang paling efektif — dan sebagian besar brand Indonesia belum menggunakannya secara optimal.
Banyak brand e-commerce Indonesia fokus pada net profit tapi tidak pernah tahu gross margin mereka per SKU. Padahal gross margin adalah metrik yang menentukan apakah kamu bisa menjalankan iklan profitabel atau tidak — sebelum menyentuh angka operasional lainnya.
MULAI DARI SINI
Kalau kamu merasa ada yang salah di marketing-mu tapi belum tahu persis di mana — mulai dari audit gratis. Tidak ada commitment, tidak ada hard-sell.